Debat Capres Kedua yang diselenggarakan semalam (17/02/2019) rupanya memberikan respons yang sangat ramai di media sosial. Saya yang telat menonton acara tersebut karena ketiduran-dan memang lupa sih ada debat-akhirnya baru sempat nonton dini hari tadi. Setelah nonton sesi per sesi di youtube, saya langsung kepikiran membuka akun facebook, pasti bakal ramai disana, pikirku. Terang saja, dindingku langsung penuh dengan respons orang-orang soal debat tadi. Jangankan sih ada moment ini, sehari-hari saja jika dinding tidak dipenuhi dengan lapak dagangan yang memanjakan mata, maka yaa dipenuhi dengan bau-bau politik beserta janji-janji dan blunder-blundernya, hehehe. Sejak 2014 lalu, politik ini memang terasa menarik bagi banyak orang, termasuk saya. Meski, saat itu saya sangat menyesalkan tidak memberikan suara saat pilpres karena tidak pulang kampung. Tapi, ada upaya yang sudah dilakukan bersama teman-teman, mengelilingi TPS di sekitaran tempat tinggal kali saja bisa, tapi nihil. ya, sudahlah.
Okay. Kembali ke soal debat.
Saya sendiri tertawa menyaksikan debat tersebut. Banyak lucu-lucunya. Meski harus menahan tawa karena takut mengganggu tetangga (Ingat, nontonnya pkl. 01.00 loh ya, mungkin lewat dikit lah?! Hmmm). Memang ada nuansa berbeda pada debat kedua ini dibanding debat pertama. Mungkin karena yang pertama itu sudah dapat kisi-kisi pertanyaannya kali ya? Jadi, yaa kurang gereget, kurang imut dan menggemaskan gitu, hehehe. Para kandidat ngomongnya lebih hati-hati dan terkonsep secara sistematis. Sementara debat kali ini, kesan debatnya lebih dapat. Para kandidat diberi waktu lebih banyak untuk bertanya dan menanggapi kandidat lainnya. Jadi, menurutku lebih bisa menggambarkan isi kepala para kandidat. Audiens juga lebih bisa menilai mana kandidat yang betul-betul menguasai masalah dan mengetahui pemecahannya, dan mana yang tidak. I Like it.
Tulisan ini bukan untuk mengomentari hal-hal yang diperdebatkan, karena saya kira kita sudah memiliki penilaian masing-masing, bahkan mungkin banyak di antara kita yang sebelum dan sesudah nonton itu sama saja. pokoke ndak ngaruh.
Saya hanya terkesan dengan respons orang-orang. Betapa gesitnya mereka berselancar di Google atau dimana, untuk mengulik data atau argumen para kandidat saat debat. Namun, hanya untuk mencari celah kandidat lawannya saja. Yang tidak jarang alot dan berakhir unfriend(hapus pertemanan). Betul-betul tidak waras.
Well. Mengulik data asal benar dan terpercaya maka tak masalah bahkan harus. Namun, bagaimana jika ujung-ujungnya hoaks dan banyak dishare oleh orang-orang?! Mungkin kita akan maklum jika dilakukan oleh orang awam, tetapi nyatanya tidak. Bahkan teman fb saya yang seorang dosen di perguruan tinggi juga sering membagikan info hoaks. Disitulah saya berpikir "Waras itu Penting". Sebab tanpa kewarasan, kita tidak akan melihat sesuatu secara objektif. Bawaanya pasti baper. Apatah lagi soal politik. Ia bukan tentang hitam atau putih. Tapi, selalu abu-abu.
Menurutku, pada setiap sesuatu tidak seharusnya kita terlalu cinta atau terlalu benci. Pun pada capres kita masing-masing. Sebab pada terlalu cinta dan terlalu benci akan melahirkan kegilaan yang berujung pada fanatik buta. Pada hal, setiap orang punya sesuatu yang harus diapresiasi dan kita musti belajar darinya. Bahkan pada perbuatan buruknya sekalipun, kita musti belajar. Sementara hal ini tidak akan terlihat jika kita tidak menjaga kewarasan.
Saya teringat kalimat yang mengandung nasihat bahwa jika kita sudah terlalu benci terhadap seseorang maka meski pun melihat cara orang tersebut memegang gelas maka kita sudah sangat jengkel dan marah. Begitu pun sebaliknya, jika kita sangat cinta, meskipun gelas tersebut dilempar ke muka kita maka kita tidak akan marah, malah tetap cinta. Jadi biasa-biasa saja lah. Tidak penting memberi respons yg berlebih terhadap sesuatu.
Sebagai penutup, mengutip kata Mbak Najwa Shihab di acara Mata Najwa beberapa waktu lalu bahwa dalam politik 'siapa saja' bisa menjadi 'apa saja'. Bisa jadi kardus, baper, millenial, santri. Namun, yang terpenting adalah kita tetap menjaga kewarasan.
Salam Indonesia Raya!
Celebrate your daily!
Salam Indonesia Raya!
Celebrate your daily!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar