Hi, guys! :)
Sapa saya dengan Dhila saja. Sehari-hari selain sebagai civitas akademik di salah satu kampus swasta terbesar di Makassar, saya juga sebagai seorang pendidik di salah satu sekolah nonformal, Sekolah Anak Percaya Diri. Sekolah yang masih cukup asing terdengar di telinga mungkin ya? :D Tapi, mengajar disana menurutku menarik. Anak didiknya yang semua anak pesisir dan rerata anak yang memiliki latar belakang keluarga bermasalah. Mulai dari kekerasan fisik hingga verbal. Awalnya saya juga tercengang saat membaca biodata anak didik. Kebanyakan masalah orangtua mereka telah bercerai dan memiliki kehidupan masing-masing hingga si anak terpaksa dititipkan ke neneknya, bukan hanya itu, banyak dari mereka yang harus mencari uang sendiri untuk kehidupan sehari-hari karena usia nenek mereka yang sudah terbilang jompo. Karena alasan ini, mengajar mereka jadi tantangan dan kesenangan tersendiri. Untuk berbagi lebih banyak dengan mereka. Pelajarannya sederhana, bagaimana mereka berproses agar menjadi lebih percaya diri dengan latar belakang keluarga seperti itu. Setidaknya mereka bisa menerima diri dan keluarga mereka. higga mereka bisa membangun rasa optimis bahwa keadaan mereka hari ini bukan penghalang untuk mereka ke depannya. kelak mereka masih bisa berprestasi dan melahirkan karya besar mereka.
Betapa bahagianya melihat mereka tersenyum lepas tanpa beban. Teruslah begitu! :)
Hari ini saya memulai menulis blog. Mudah-mudahan mendatangkan manfaat. Sangat termotivasi dengan kata yang entah siapa yang pertama mengucapkannya "Jelajahilah dunia dengan membaca dan genggamlah dunia dengan menulis."
Kuawali dengan menulis sedikit tentang Sekolah Anak Percaya Diri, karena ia momen yang tidak ingin kuhilangkan dari ingatan. Seberapa jauh kumelangkah, kuingin tetap mengabadikannya.
~Catatan Pertama

Tidak ada komentar:
Posting Komentar